Bagaimana Merangsang Pengunjung Blog Belanja di Amazon?

tips affiliate amazonBlog harus memiliki senjata untuk menarik pengunjung sekaligus punya daya tarik untuk membujuk orang agar pergi ke situs Amazon dan berbelanja di sana. Lalu dari mana daya tarik sebuah blog didapat?

Senjata utama blog adalah konten, konten, dan konten. Kumpulan konten bermanfaat yang disajikan tepat waktu akan memberikan kekuatan pada sebuah blog. Berikut beberapa tips bagaimana menghasilkan konten yang bisa merangsang minat orang berbelanja di toko Amazon:

1. Bantu pengunjung blog membuat keputusan
Banyak orang memanfaatkan internet untuk menggali sebanyak mungkin informasi sebelum mereka berbelanja. Mereka akan mencari berbagai macam keterangan sebelum mengambil keputusan membeli sebuah produk. Blog yang baik akan membantu mereka menentukan putusan mana yang harus dibeli.

2. Bantu menentukan mana yang lebih baik
Calon pembeli selalu dihadapkan pada banyak pilihan. Mereka pasti ingin tahu produk mana yang lebih baik dan sesuai kebutuhan masing-masing. Blog yang baik akan membantu konsumen memilih mana produk yang lebih unggul.

3. Bantu menemukan perbedaan
Seringkali satu produk dengan produk lainnya memiliki banyak persamaan. Banyak produk dari produsen yang sama dirilis dengan seri-seri yang berurutan. Orang pasti ingin tahu apa perbedaan dari model terbaru dengan yang sebelumnya. Atau merek ini versus yang itu. Blog yang baik akan membantu melihat perbedaan tersebut.

4. Bantu berdasarkan lokasi
Banyak produsen elektronik yang menjual produk berdasarkan wilayah: Amerika, Eropa, Asia, dan kadang-kadang per negara. Barang-barang tersebut dipasarkan dengan tipe/kode produk yang berbeda. Blog yang baik akan membantu konsumen dimana mereka bisa mendapatkan produk tersebut.

5. Bantu mencari yang lebih murah
Tidak semua orang punya banyak duit dan menubruk produk baru berapapun harganya. Banyak konsumen yang konservatif, mereka sangat selektif dan lebih menekankan fungsi sebuah produk. Bantulah mereka menemukan penawaran yang lebih rendah.

Kadang-kadang semua unsur tadi harus ada pada sebuah posting di blog ketika kita mempromosikan produk Amazon. Tetapi saya sering juga hanya menyodorkan salah satu, misalnya hanya memberikan informasi mengenai barang-barang yang sedang dijual dengan diskon besar (deals).

Lalu bagaimana kita bisa membantu orang membuat keputusan padahal bisa jadi kita sendiri belum memegang produknya? Cara yang saya pilih adalah mengutip review dari blog-blog terkenal. Harap dicatat, mengutip beda dengan menjiplak (copy paste), karena kita hanya mengambil sedikit poin-poin penting dengan merujuk dan menyebutkan sumber yang dikutip tersebut.

Sedangkan untuk menentukan mana yang lebih baik, salah satu caranya dengan melihat produk bestseller di Amazon, melihat rating dan jumlah review dari konsumen lain yang telah membeli produk tersebut. Kita hanya perlu menyatakan bahwa penilian bahwa produk A lebih baik dari produk B berdasarkan kriteria tersebut.

Menyajikan perbedaan juga termasuk cara ampuh untuk medapatkan pembeli Amazon. Caranya masuk ke website resmi sebuah produk. Kalau elektronik biasanya ada tools untuk membandingkan antar produk. Bisa juga menggunakan situs lain yang menyediakan fitur comparison.

Hal terakhir, supaya memenangkan kompetisi di search engine, buatlah artikel yang unik dan tidak terlalu pendek. Sisanya, tinggal kreativitas masing-masing dalam membuat posting sehingga mampu meyakinkan pengunjung blog.

Bagaimana Menerima Pembayaran dari Amazon?

Saat menerima pembayaran alias gajian adalah momen paling menggembirakan. Apalagi kalau jumlah yang akan diterima nilainya lumayan. Meski senang, kadang-kadang urusan duit ini cukup merepotkan. Apalagi untuk menerima pembayaran fee affiliate dari Amazon.

Hingga saat ini ada tiga cara pembayaran yang disediakan Amazon, yaitu gift card, transfer bank, dan cek. Kebetulan saya pernah mencoba semua metode pembayaran tersebut.

Tulisan ini mungkin akan bermanfaat buat yang belum pernah mendapat bayaran dari Amazon, atau bisa juga bagi yang ingin tahu bagaimana menarik fee dari Amazon ke bank di Amerika Serikat. Cerita ini menggunakan kasus Amazon USA.

Amazon Gift Card

amazon gift cardCara ini paling mudah dan fleksibel. Bentuk yang akan kita terima adalah semacam voucher belanja yang hanya bisa dipakai untuk membeli barang di situs Amazon.

Keuntungan Gift card ini, minimum pembayaran hanya $10 dan akan dikirim dikirim lewat e-mail setiap akhir bulan jika earning yang didapat melewati angka tersebut.

Penggunaan gift card, yaitu dengan menginput kode yang tertera di sana ke account Amazon (bukan affiliate) jika mau dipakai sendiri. Gift card ini tidak ada batas waktu, baik sebelum dan setelah diklaim ke account Amazon kita.

Karena namanya gift card, dia bisa diberikan kepada orang lain sebagai hadiah. Bisa juga dijual kepada mereka yang memerlukan. Kalau nilainya lumayan besar, saya suka titip teman untuk menjualkan di forum-forum.

Sayangnya, gift card ini hanya bisa dijual dengan harga diskon. Banyak orang kini menawarkan gift card mereka pada harga Rp. 6000-7000 saja per dolar.

Penggunaan gift card cocok bagi mereka yang kesulitan mendapat batas minimum pencairan lewat cek sebesar $100. Bisa juga buat menjajal kecanggihan sistem belanja online Amazon. Beberapa kali saya menggunakan gift card ini untuk beli barang disana.

Cek Amazon

Pembayaran lewat cek merupakan cara lain untuk menerima pembayaran dari Amazon. Seperti disinggung tadi, batas mnimalnya adalah $100 dolar. Jadi kalau earning kita belum mencapai angka itu, cek belum akan dikirim.

Pembayaran dengan cek ini ribet dan memakan waktu lama. Jika dihitung dari saat batas minimum tercapai (misal akhir Desember 2011 lebih dari $100), maka cek tersebut baru akan diterbitkan oleh Amazon pada akhir Februari.

Paling cepat cek tersebut diterima 2 minggu kemudian dan bisa jadi memakan waktu lebih lama. Celakanya, setelah itu masih harus ditambah satu bulan lagi untuk proses pencairan di bank.

Jadi dibutuhkan waktu sekitar 3,5 bulan sampai earning yang didapat Desember 2011 berubah jadi duit beneran. :(

cek amazon affiliate

Selain soal waktu, kerugian lainnya kita harus membayar biaya pencairan cek tersebut kepada bank tempat kita mencairkannya. Pengalaman saya di Bank Mandiri biayanya $30 dan harus dibayar di muka dengan rupiah.

Kita juga harus punya rekening tabungan di bank bersangkutan. Jadi sebaiknya tukarkan cek Amazon di bank di mana kita punya rekening tabungan di situ. Dan satu lagi, biasanya cek hanya bisa dicairkan di kantor cabang utama di kota tersebut.

Pengiriman cek Amazon ini sering bermasalah, misalnya tidak diterima hingga satu bulan lebih. Untuk kasus ini kita bisa meminta re-issue, tapi saya sendiri belum pernah mengalaminya.

Hal lain yang perlu diperhatikan, pengiriman cek ini menggunakan jasa pos biasa (makanya gratis). Celakanya, karena tidak tahu isinya cek, tukang pos menganggap ini bukan sesuatu yang berharga. Pernah cek Amazon saya cuma diselipin di pagar rumah!

Jadi usahakan kenalan sama tukang posnya, supaya tidak kejadian cek Amazon hilang diterbangkan angin atau kehujanan.

Transfer Bank

Pembayaran langsung ke rekening bank cara gajian dari Amazon paling nyaman, bebas biaya, dan batas minimalnya juga hanya $10. Sayangnya, cara ini hanya bisa dilakukan ke rekening bank di USA sana.

Saya menggunakan cara ini karena kebetulan ada saudara yang sedang sekolah di Amerika. Kita hanya perlu memasukkan: Bank Name, Bank Account Holder Name, Bank Account Type, Bank Account Number dan Routing Number / ABA Number.

rekening bank usa

Uang akan diterima lebih cepat ketimbang gift card apalagi cek. Setelah diterima, bisa langsung dikirim ke rekening Paypal, dan kalau mau rupiahnya langsung dinikmati tinggal withdraw saja ke bank lokal.

Jadi dalam tempo 2-3 hari pembayaran ini bisa langsung kita terima dengan selamat. Tips untuk mengurangi biaya, lakukan pengiriman ke Paypal secara bertahap (split).

Cerita di atas adalah cerita saya menerima pembayaran dari Amazon. Jika punya pengalaman lain, silakan menuliskannya di bagian komentar di bawah. :)

Klik Banyak, Kenapa Konversinya Sedikit?

Sebagai affiliate, seringkali tidak susah untuk menghasilkan banyak klik ke situs Amazon. Meski begitu, sebagian orang sering mengeluh karena rendahnya konversi atau penjualan yang terjadi. Tidak jarang dari klik yang banyak tersebut tidak menghasilkan fee sama sekali. Kenapa bisa begitu?

Dari pengalaman saya, ada beberapa penyebab yang bisa ditelusuri. Pertama, kebanyakan pegunjung blog datang dari negara yang tidak dikehendaki. Misalnya, promosinya produk amazon AS, tapi yang datang dari Afrika.

Kedua, klik banyak biasanya didapat dari blog yang menggunakan plugin autoblog. Amazon memang merilis API yang bisa digunakan untuk menampilkan informasi produk mereka secara otomatis.

Ketiga, list blogging, atau membuat artikel yang berisi ranking produk. Kalau kita membuat posting dengan judul “10 best tablet 2012″, besar kemungkinan tiap link tersebut akan diklik pengunjung blog yang sama.

Keempat, link affiliate dibuat samar, kadang-kadang disembunyikan (cloacking), sehingga pengunjung blog tidak sadar itu tautan ke Amazon.

Kelima, kita banyak mendapatkan lalu lintas pengunjung (traffic) blog yang sekadar membandingkan produk. Banyak orang mencari informasi di internet untuk mencari review produk, tapi setelah itu mereka beli di toko biasa (brick and mortar).

Keenam, bisa saja klik yang banyak tersebut hasil dari spamming, misalnya dari Facebook, Twitter, atau Youtube.

Klik banyak tapi minim konversi bisa jadi merupakan kombinasi dari beberapa sebab tersebut. Tetapi yang paling penting diatasi adalah asal negara dan mentarget orang yang benar-benar niat belanja di internet.

Apakah itu bisa dilakukan? Bisa, misalnya dengan mengecek apakah sebuah merek produk itu sama secara global atau tidak. Beberapa produsen barang elektronik sering membedakan nama produknya berdasarkan wilayah. Amerika, Eropa, atau Asia.

Kalau nama produknya sama, tidak ada jalan lain selain harus memberikan keterangan bahwa link produk tersebut mengarah ke toko Amazon. Dengan demikian, pengunjung blog yang bukan sasaran tidak akan terlalu tertarik untuk ikut mengklik.

Lalu bagaimana mengetahui niat belanja orang? Sebagian produk dicari orang di internet untuk dibeli. Pengalaman saya, kalau kita mempromosikan produk yang sifatnya penunjang (komplementer) atau asesoris, orang lebih besar peluangnya membeli.

Contohnya batere, cases, tas kamera atau laptop, tinta printer dan banyak lagi. Orang cari tinta printer pasti karena sudah (hampir) kehabisan stok, jadi mau tidak mau dia harus segera beli.

Kalau kita menulis artikel yang membantu pengunjung blog membuat sebuah pilihan, lalu dengan terus terang diarahkan ke Amazon, sedikit klik tetap akan menghasilkan konversi. Dengan 100 klik ke Amazon, setiap hari biasanya saya tetap menghasilkan penjualan.

Konversi akan sangat mungkin terjadi ketika orang sadar bahwa itu link ke Amazon. Dengan begitu, jika orang tidak tertarik belanja di sana, masih ada peluang klik yang lain, misalnya adsense.

Setahun terakhir ikut program affiliate Amazon, dengan strategi “membuat sadar” saya rasa efektif untuk menghasilkan konversi penjualan.

5 Cara Mempromosikan Produk Amazon

Dalam tulisan singkat ini saya akan menyajikan beberapa cara yang biasa dipakai untuk mempromosikan produk Amazon dan tentu saja sudah disisipi tautan afiliasinya. Cara-cara yang akan diuraikan di bawah, seperti akan dijelaskan nanti, memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Meskipun tahu ada beberapa cara tersebut, tapi tidak semua cara saya pilih dan saya gunakan. Tentang alasannya kenapa, nanti akan saya singgung juga sedikit-sedikit.

Berikut ini 5 cara mempromosikan produk-produk Amazon tersebut:

1. Menulis di blog

Cara ini merupakan yang paling umum dilakukan, yaitu dengan memanfaatkan blog baik secara langsung atau tidak langsung.

Cara langsung maksudnya, seseorang secara sengaja mengambil satu atau beberapa produk di Amazon untuk di review dan kemudian hasilnya dituangkan ke blog.

Sedangkan cara tidak langsung biasanya dengan memasang banner produk yang tersedia di Amazon yang kebetulan bersesuaian dengan topik blog.

2. Membuat toko online

Membuat toko online yang digunakan untuk memajang produk-produk Amazon menurut saya cara paling mudah dan cepat. Etalase produk ini populer disebut Amazon astore.

Kenapa saya bilang mudah? Karena, astore ini dibuat dengan bantuan robot/plugin tertentu sehingga produk-produk itu ditampilkan secara otomatis.

Amazon sendiri sebenarnya menyediakan aplikasi untuk membuat astore semacam ini. Namun karena kurang baik di mata search engine, jarang sekali yang memanfaatkan fasilitas ini.

3. Menggunakan media sosial

Boleh dibilang ini cara yang sedang tren sekarang ini. Promosi produk Amazon disebarkan lewat status Facebook, tweet di Twitter, atau Stream di google+.

Ada juga yang memanfaatkan YouTube dengan membuat review produk dalam bentuk video dan menyertakan link afiliasi Amazon di bagian deskripsi. Dan yang tak kalah populer, cara yang lain adalah dengan membuat facebook notes secara otomatis dari rss feed blog.

Situs-situs user-generated-content seperti Squidoo dan Slideshare juga tak luput dari serbuan mereka yang “menitipkan” link afiliasi Amazon ini.

4. Memasang iklan

Dulu orang masih boleh memasang iklan di Google Adwords untuk promosi produk Amazon. Kini kabarnya sudah beralih menggunakan iklan di Facebook untuk menempelkan link afiliasi mereka.

Saya sendiri tidak pernah menggunakan dan belum mengecek apakah cara kedua tersebut diperbolehkan? Tapi kalau pasang iklan di blog milik orang lain saya rasa tidak akan ada masalah.

5. Membangun portal

Pertama kali saya tahu bahwa situs-situs besar di internet juga menjadi affilate Amazon yaitu saat mencari-cari review buku. Beberapa portal berita dan hiburan yang saya tahu ternyata menyertakan link afiliasi ke Amazon. Seperti dalam kasus review buku, saya tidak tahu apakah komisi yang didapat nantinya menjadi hak penulis atau justru pemilik situs tersebut.

oo0oo

Dari semua cara tersebut saya hanya menggunakan cara yang pertama. Sering mencoba membuat toko online berisi produk Amazon dengan macam-macam theme yang disediakan orang namun tidak pernah berhasil terutama karena memang tidak serius mengerjakannya.

Salah satu yang kurang saya suka dari model toko online ini karena saya malas dan tidak pernah mencari backlink. Padahal tanpa backlink, toko online yang melakukan posting secara otomatis memanfaatkan API yang disediakan Amazon semacam itu sulit menembus posisi bagus di mesin pencari.

Dari pengalaman saya setahun terakhir, menggunakan blog termasuk efektif dalam mempromosikan produk Amazon. Hasilnya akan saya buat dalam tulisan terpisah.

Cara ketiga sebenarnya relatif mudah mendapat posisi bagus di search engine, tapi saya melihatnya ini hanya celah yang belum tentu bisa dipakai untuk jangka panjang. Jadi yang berlaku, siapa cepat dia dapat. Di sejumlah forum saya pernah baca mereka yang akun YouTube-nya di banned karena urusan afiliasi Amazon ini.

Kelemahan pasang iklan yang paling nyata adalah kita harus mengeluarkan biaya. Tapi sepanjang hasilnya lebih besar dari biaya yag dikeluarkan dan dilegalkan oleh Amazon, cara ini juga bisa dicoba.

Portal tentu saja yang paling sulit untuk tidak mengatakan mustahil secara individual. Tapi, di sini saya ingin menggarisbawahi bahwa model afiliasi Amazon ini merupakan bisnis besar di Amerika Serikat sana dan termasuk sumber pemasukan andalan bagi situs-situs online.

Bisa jadi banyak cara lain yang digunakan untuk mempromosikan produk-produk Amazon. Sebagian rahasianya sudah ditulis dalam banyak ebook berbayar dan sebagian lagi ditulis serta bisa diakses gratis seperti di blog ini.

Kamu punya cara lain dalam mempromosikan produk Amazon?

Facebook for Business: Halaman Panduan Menggunakan Facebook untuk Bisnis

Facebook meluncurkan sebuah halaman baru berisi panduan bagi usaha kecil dan menengah (UKM) agar mereka bisa memanfaatkan situs jejaring sosial tersebut. Halaman ini memberikan panduan bagaimana membuat halaman profil bisnis, membuat iklan dan promo diskon, serta bagaimana berinteraksi dengan pelanggan secara online.

Halaman baru ini dirilis di saat Google+ pesaingnya masih menjanjikan akan menyediakan halaman serupa. Meski bisa saja kebetulan namun munculnya halaman bisnis ini mungkin juga sebagai upaya Facebook untuk meninggalkan Google+ lebih jauh.

Halaman untuk UKM tersebut juga dilengkapi sejumlah cerita sukses perusahaan yang telah memanfaat Facebook untuk bisnis mereka. Sayangnya, meski judul halamannya Facebook Marketing: Small & Medium Businesses namun contoh yang disajikan kebanyakan adalah merek-merek besar. Selain itu, hingga saat ini panduan juga belum tersedia dalam bahasa Indonesia.